Selasa, 26 Agustus 2014

Who Are You? (Chapter 1/2)


Author: kuroneko

Rating: PG

Genre: Romance, School Life

Length: Twoshoot

Main Cast:
-Lee Sang Hee (OC)
-Wu Yi Fan

Disclaimer:
Annyeong!! (>o<)/ kali ini author menyuguhkan(?) sebuah cerita yang sedikiiiiit berbeda dari 2 FF sebelumnya. Masih Romance sih, tapi yang ini bertema School Life biar lebih fresh, hehe :3.
Cast milik Tuhan, dan orangtua mereka masing-masing. All the story is mine.
J

Don’t Copy Without Permission, Don’t Bash, Happy Reading, and Please drop your Comment ^_^

*Beware! Typo Everywhere!!*


========================================================================

-Sang Hee POV-

Cinta. Apa itu cinta? Aku rasa sudah banyak orang bependapat mengenai cinta seakan mereka tahu arti sebenarnya tentang cinta. Mereka bilang cinta begini, mereka bilang cinta begitu, mereka bilang cinta bla bla bla.... Aku sudah muak mendengarnya.

Ya, kalian benar. Aku tak tahu apa-apa tentang cinta. Aku adalah seorang gadis yang selama 17 tahun ini belum pernah merasakan jatuh cinta. Sangat langka bukan? Yah, sudahlah. Toh aku tak pernah merasa terbebani oleh hal itu. Love is not my style.

Hoaaahhhmm. Kenapa pelajaran ini belum berakhir juga? Angka, rumus, ahh.. benar-benar membosankan.  Aku ingin cepat-cepat istirahat dan mendengarkan lagu-lagu favoritku di halaman belakang sekolah. Tempat favoritku untuk menghabiskan waktu istirahat.

*krriiinggg krringgg...*

Yes! Akhirnya istirahat juga. Segera kuambil kotak makan siangku dan kupasang headphone-ku, lalu segera kulangkahkan kakiku ke taman belakang sekolah. Berbeda dengan sekolah lain, sekolah ini mempunyai taman belakang yang sangat indah, tapi anehnya tak ada seorangpun yang pernah kesana kecuali aku......................... dan tukang kebun sekolah tentunya, hehe. Beberapa langkah mendekati pohon tempat favoritku disana, samar-samar aku melihat ada seorang namja yang tengah bersandar dibawahnya dengan wajah yang penuh kesedihan dan rasa putus asa.

Kulangkahkan kakiku lebih dekat secara diam-diam agar dia tidak menyadari keberadaaanku. Tak jauh dari tempat namja itu, aku mendengar dia seperti sedang berbicara sendiri. Ya, sendiri! Apakah dia masih normal? Kudekatkan telingaku untuk memastikan apa yang dia ucapkan.

“..... aku masih menyayangimu. Mengapa kita harus berpisah seperti ini? Chagiya, i still love you..”, Hah? Apa aku tak salah dengar? Ternyata dia sedang patah hati. Patah hati? Ya, sepertinya orang-orang menyebutnya seperti itu. Apakah orang yang patah hati memang suka berbicara sendiri seperti itu? Ahh, Mollayo... Lebih baik aku pergi saja dari sini, daripada terus mendengarkan jeritan hati orang itu. Wait, orang itu? Oiya, aku belum memastikan wajahnya. Tak apa kan aku sedikit mengintipnya? Tenang saja, aku hanya ingin melihat wajahnya. Sedikit lagi......... sedikiiiitt........ dan..... Oh My God! Ternyata dia Wu Yi Fan Sunbae!! Namja kelas 3 yang digandrungi hampir semua yeoja di sekolah ini, tentu saja aku tidak termasuk hitungan.

Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul 10.55, 5 menit lagi istirahat segera berakhir. Aku harus segera pergi darisini sebelum dia melihatku.

-oOo-

*kriinggg krrinng krriiingg*

Bel tanda pulang sekolah pun berdering. Tak seperti biasanya, hari ini aku malas sekali pulang sekolah. Daritadi pikiranku selalu dipenuhi orang itu. Wu Yi Fan. Aisshhh... ada apa sebenarnya denganku? Kutempelkan telapak tangan di dahiku. heumm..... aku tidak demam. Tapi kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku terus kepikiran orang itu? Ini bukan seperti aku yang biasanya. Ah, sudahlah. Tak perlu memusingkannya lagi. Mungkin dengan tidur siang aku bisa ‘normal’ kembali.

Segera kukemasi barang-barangku dan bergegas pulang ke rumah. Jarak antara rumah dan sekolahku memang tak terlalu jauh, jadi aku hanya perlu berjalan kaki saja untuk pulang ataupun pergi sekolah.

-oOo-

“Wu Yi Fan..... Yi Fan sunbae....... Yi Fan.......................”
Aisshhh... Apa yang sedang aku gumamkan? Aku harus belajar untuk ulangan bahasa Inggris besok. Aku tak mau nilaiku hancur hanya gara-gara seorang Wu Yi Fan yang beberapa menit lalu selalu mengganggu pikiranku. Yosh, Fighting!

.......................

Tapi..... tadi dia benar-benar terlihat menyedihkan. Separah itu kah kesedihan yang dialami seseorang ketika patah hati? Tentu saja orang yang awam tentang cinta sepertiku ini tak akan bisa memahaminya. Tak bisakah aku membantunya menghilangkan kesedihannya? Yahh... setidaknya aku ingin mengurangi rasa sedihnya. Bisakah aku? Bagaimana caranya?

Kulihat di sekitar meja belajarku, dan aku menemukan se-pack amplop di laci mejaku. Aku ingat dulu aku pernah membelinya, tapi aku lupa untuk apa.

Aha! Aku tau.

Daripada tidak kugunakan, lebih baik amplop-amplop ini aku gunakan untuk itu saja. Untuk menghibur Yi Fan Sunbae.

‘Jangan kau pelihara.............’

-oOo-

-Kris POV-

*sigh*

Rasanya kakiku berat sekali untuk melangkah ke sekolah. Aku sengaja datang 1 jam lebih pagi untuk belajar di perpustakaan sekolah. Tapi banyak hal yang membebaniku daritadi. Bagaimana jika nanti aku bertemu Park Ha Ni? Haruskah aku bersikap seakan-akan aku tak mengenalnya? Itu tidak mungkin sekali kan?! Semua orang tahu kalau kami adalah pasangan yang sangat serasi. Yah... setidaknya sampai sebelum kemarin. Tak ada yang mengetahui kalau aku telah diputuskan oleh Ha Ni. Apa yang akan terjadi di kelas nanti? Argghh... Kepalaku pusing hanya memikirkan hal itu.

Segera kulangkahkan kaki menuju lokerku untuk mengambil beberapa buku. Baru saja kubuka, tiba-tiba ada sebuah amplop berwarna biru langit dengan gambar awan di tiap sudutnya. Aneh. Padahal kemarin sepulang sekolah aku tidak melihat amplop ini di lokerku. Apakah tadi pagi seseorang menyelipkannya supaya aku tidak tahu siapa dia?

Hmm... daripada terus dihantui rasa penasaran, kubuka amplop itu dan kubaca surat di dalamnya.

‘Jangan kau pelihara wajah sedihmu itu. Tersenyumlah.
Kau tahu? Jika kau bersedih selama 5 menit saja, wajahmu akan mulai menumbuhkan keriput-keriput yang akan membuatmu terlihat menjadi lebih tua. Apalagi jika kau sedih selama berhari-hari. Dalam sekejap kau akan menjadi kakek-kakek. xD

-Seseorang yang tak ingin melihatmu menjadi kakek muda-’

Hah?? Kakek muda? Hahaha... Apa-apaan isi surat ini? Sangat aneh. Mana mungkin wajahku yang setampan ini akan segera menjadi seperti kakek-kakek? Ckckck... Siapapun yang mengirim surat ini pasti orang yang sangat aneh.

Tunggu dulu.

Darimana pengirim surat ini tahu kalau aku sedang sedih? Apakah dia memata-mataiku kemarin? Apa itu berarti berita tentang aku yang telah putus dengan Ha Ni sudah tersebar di seuluruh sekolah? Jangan sampai hal itu terjadi.

Segera kumasukkan surat itu kedalam tasku dan berlari menuju mading sekolah. Aku ingin memastikan bahwa pengirim surat itu tidak menyebarkan beritanya.

Sesampainya di lorong sekolah yang terdapat mading umum kulihat tak ada pemberitahuan apapun disana. Huh... Syukurlah dia tidak menyebarkannya ke seisi sekolah.

-oOo-

Kira-kira siapa seseorang yang mengirim surat ini  padaku? Mengapa ia bisa tahu tentang kesedihanku? Dan.... Mengapa ia ingin melihaku tersenyum? Apakah dia bermaksud menghiburku?
Sedari tadi aku meneliti surat itu, dan aku yakin pengirimnya adalah seorang yeoja.

Kenapa aku sangat yakin? Karena tulisannya sangat rapi, dan amplop yang ia gunakan terlihat sangat cantik. Lagipula, sangat tidak memungkinkan seorang namja mengirim surat seperti ini padaku. Kecuali jika dia...................

Ah, daripada aku terus memikirkan surat ini, lebih baik aku membaca beberapa buku astronomi di perpustakaan.

Kulangkahkan kakiku menuju perpustakaan sekolah, tujuan awalku datang lebih pagi. Kutelusuri koridor sekolah, benar-benar masih sangat sepi.

*brukkk*

Tak sengaja aku menabrak seorang yeoja. “Ouch... Appo...”, yeoja itu merintih kesakitan karena ia jatuh tergeletak di lantai dan semua bukunya berantakan.

“Mianhae..”, segera kutolong yeoja itu dan kubantu merapikan buku-bukunya. “Sekali lagi aku minta maaf.. Aku benar-benar tidak sengaja..”. “Gwaenchanayo, eung.... ireumeun?”

“Yi Fan imnida.. Wu Yi Fan. Kelas XII IPA-3.”, kuulurkan tanganku padanya. “Ah, ternyata kau Yi Fan Sunbaenim.. teman-temanku banyak yang sering membicarakanmu. Sunbae benar-benar terkenal ya..? Naneun Lee Sang Hee imnida, kelas X IPA-1. Bangapseumnida, sunbaenim..”, diapun balas menjabat tanganku seraya membungkukkan badannya. “Nado bangapta... Kau... Apa kau terluka?”. “Anieyo, nan gwaenchanayo. Geureom...... aku pergi dulu sunbaenim, ada hal yang harus kulakukan. Annyeong!..”, diapun pergi. Kulihat ia melangkahkan kakinya dengan sangat cepat. Terlihat buru-buru sekali.
Lee Sang Hee. Dia telihat sangat cantik.

Aishh.. Apa yang aku pikirkan? Aku harus segera ke perpustakaan, sebelum murid-murid yang lain datang.


Di Perpustakaan Sekolah

Sangat aneh. Belum ada seorangpun yang datang kecuali yeoja petugas perpus dan Lee Sang Hee, hoobae yang tak sengaja kutabrak tadi. Apakah pengirim surat itu salah satu dari mereka? Tidak mungkin. Petugas perpus pasti sangat sibuk dan tak punya waktu untuk melakukan hal konyol seperti itu. Lee Sang Hee? Ah, pasti bukan. Dia saja baru tahu wajahku. Tak mungkin kalau ia yang menaruh surat itu di lokerku. Lalu siapa? Ahh... Aku benar-benar sangat bingung.

-oOo-

Author POV

Bel pulang sekolah telah berdering beberapa saat yang lalu, namun masih ada seorang yeoja yang belum beranjak dari tempat duduknya. Ia terlihat sedang menulis sesuatu. Disaat tengah menulis, tanpa ia sadari seorang namja memperhatikannya dari luar kelas. Namja itu terlihat menyunggingkan bibirnya. Tidak, bukan tersenyum. Lebih tepatnya terlihat seperti smirk.

Apa yang ditulis yeoja itu? Siapakah dia?

Siapa pula namja misterius yang memperhatikan yeoja itu?


-TBC-