Jumat, 17 April 2015

Unstoppable Regret


Author: kuroneko
Rating: PG 15
Genre: Romance, Sad
Length: Oneshoot

Main Cast:
- Kim Myung Soo (L) - Infinite
- Jung Yoon Mi - OC

Disclaimer:
Cast milik Tuhan, dan orangtua mereka masing-masing. The entire story is mine. FF ini iseng-iseng aja author buat, sekedar ingin mencurahkan(?) imajinasi gak jelas yang lewat di otak. Oleh karena itu, maaf kalo ceritanya rada singkat & absurd, dan thanks uda mau baca ^^ *bow*

Don’t Copy Without Permission, Don’t Bash, Happy Reading, and Please drop your Comment ^_^

*Beware! Typo Everywhere!!*



Author POV

Pagi itu, Lotte World - taman bermain terkenal di Seoul - penuh dengan pengunjung. Mayoritas mereka adalah anak-anak yang ditemani oleh orangtuanya, dan sebagian kecil dari mereka adalah para pasangan kekasih yang sedang berkencan. Salah satu dari para pasangan itu adalah Myung Soo dan Yoon Mi. Tapi, tak seperti pasangan lainnya yang tampak bermesraan, mereka justru terlihat saling menjauh.

"Oppa, tunggu aku!", Yoon Mi meneriaki Myung Soo untuk ke-sekian kalinya. Ia telah mencoba menyelaraskan langkahnya dengan Myung Soo, tapi selalu gagal. Myung Soo berada jauh di depannya.

Tanpa sekalipun menghiraukan Yoon Mi, Myung Soo terus berjalan memasuki wahana Rumah Hantu yang ada di Lotte World.

"Oppa! Kenapa kau masuk kesana?", Yoon Mi menghentikan langkahnya sebelum ia memasuki wahana Rumah Hantu di depannya. Tubuhnya gemetaran. Ia sangat takut hingga tak mampu melanjutkan langkah kakinya. Sementara Myung Soo? Ia mungkin telah jauh menelusuri wahana menyeramkan itu.


Yoon Mi POV

Myung Soo Oppa, dia selalu seperti itu. Cuek. Sangat cuek. Dia memang namjachinguku, tapi.... entahlah.

Aku rasa ada sesuatu yang salah dari hubungan kami.

Kuputuskan untuk menunggunya di pintu keluar, aku harap ia segera muncul.

Kulihat banyak sekali pasangan yang berlalu-lalang di sekitarku. Mereka semua terlihat sangat lengket satu sama lain, tidak seperti aku dan Myung Soo Oppa.

Entah mengapa ia secuek ini padaku. Padahal dia sendiri yang mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu padaku 1 tahun yang lalu. Selama 1 tahun kita berpacaran, ia selalu seperti itu. Aku tak pernah bisa memahaminya, sekeras apapun aku mencoba.


#Flashback 1 year ago#

Author POV

"Jung Yoon Mi-ssi, maukah kau menjadi yeojachinguku?"

Namja bernama Kim Myung Soo itu menyerahkan sebuket bunga mawar kepada Jung Yoon Mi, yeoja yang tengah menjadi pusat perhatian seisi sekolah karena tengah 'ditembak' oleh namja paling dingin se-sekolah.

"Kim Myung Soo-ssi, a-apa yang kau lakukan?"

Tanpa ada jawaban, Myung Soo hanya menatap mata Yoon Mi penuh harap.

Yoon Mi yang memang diam-diam menyukai Myung Soo akhirnya menerima pernyataan cinta Myung Soo dengan mengambil buket bunga yang diberikannya.

"Chukkaeyoo!.... Selamat ya, kalian berdua!", suasana di sekitar mereka menjadi sangat ramai karena kehebohan teman-teman yang melihat moment jadian Myung Soo - Yoon Mi.

Tiba-tiba Myung Soo menarik tangan Yoon Mi menjauhi kerumunan teman-teman mereka.

#Flashback End#


Yoon Mi POV

"Hei!", tiba-tiba aku dikejutkan oleh Myung Soo Oppa yang baru saja keluar dari Rumah Hantu.

"Ah, Oppa sudah keluar? Kajja kita pergi ke wahana lain!", aku sengaja berjalan mendahuluinya.

*grep*

Myung Soo Oppa menarik tanganku dan membalikkan badanku. Entah setan apa yang merasukinya di dalam tadi, ia tiba-tiba memelukku dengan sangat erat.

Myung Soo Oppa memelukku? Jujur saja, ini pertama kalinya dia melakukan hal ini padaku, jadi aku tak tahu ekspresi apa yang harus kutunjukkan padanya. Aku hanya bisa terpaku pada posisiku saat ini.

Tiba-tiba suasana di sekeliling kami menjadi sangat aneh, karena semua orang melihat ke arahku dan Myung Soo Oppa. Oh My God, kenapa dia selalu menarik perhatian banyak orang?

Setelah lumayan lama memelukku, Myung Soo Oppa menggandeng tanganku menuju wahana Rollercoaster. Jujur saja, aku memang ingin sekali menaiki Rollercoaster ini bersamanya sejak baru sampai ke Lotte World. Tapi karena daritadi Myung Soo Opa hanya bersenang-senang sendiri, akupun hanya mengikutinya dan mencoba menahan hasratku untuk naik Rollercoaster, sampai akhirnya ia mengajakku ke wahana ini.

Ketika tiba giliran kami untuk naik, akupun menggandeng Myung Soo Oppa untuk naik bersamaku, tapi bukannya ikut naik, ia malah melepas tanganku dan berlalu meninggalkanku. Tak mampu berkata apapun, aku hanya terdiam keheranan melihat sikapnya, sementara Rollercoaster ini mulai melaju.

Entah mengapa aku sama sekali tak menikmati wahana favoritku kali ini. Biasanya aku akan berteriak sekencang-kencangnya ketika Rollercoaster melaju dengan sangat cepat. Tapi kali ini aku sama sekali tak bersuara.

Bagaimana bisa aku berteriak ketika namjachinguku meninggalkanku seorang diri di wahana ini?


Myung Soo POV

Ah, akhirnya Yoon Mi bisa naik Rollercoaster itu juga. Aku merasa bersalah padanya karena daritadi aku hanya bersenang-senang sendiri, padahal dia yang mengajakku kesini.

Aku heran kenapa ia tidak mengikutiku masuk ke Rumah Hantu tadi, padahal akan sangat menyenangkan jika kita masuk berdua. Aku bisa memeluknya ketika dia ketakutan dengan para hantu itu. Tapi tanpa sadar aku malah meninggalkannya dan menyusuri Rumah Hantu itu seorang diri.

Babo Myung Soo! Kenapa kau masih tak mau menggandeng tangan yeojachingumu sendiri? padahal kau telah berpacaran dengannya selama 1 tahun. Aishh.. Jinjja baboya naega...

Aku terus merutuki diriku sendiri hingga aku hampir saja menabrak para pasangan di sekitarku.

Tunggu...

Pasangan?

Pasanganku....... Yoon Mi! Dimana dia?

............. Rollercoaster!!

Ahhh... Lagi-lagi aku bertindak bodoh. Bagaimana bisa aku meninggalkannya sendirian di wahana Rollercoaster itu? Bukankah seharusnya sepasang kekasih menaikinya berdua?

Jeongmal babo!

Begitu tersadar dari kebodohanku, aku langsung berlari kembali menuju wahana Rollercoaster dan mencari Yoon Mi.

Kucari ia ke segala arah, namun aku tak menemukannya. Yoon Mi, kau dimana?

Apa aku harus meneleponnya?

Tapi.... Sejak kami berpacaran, aku belum pernah meminta nomor Handphone-nya. Oh God, kenapa aku sebodoh ini?

Daripada terus menyesal dan menyalahkan diriku sendiri, akupun memutuskan untuk terus mencari Yoon Mi.

Yoon Mi-ah, neo eodiga?

-oOo-


Yoon Mi POV

Myung Soo Oppa benar-benar menyebalkan! Apakah dia sudah tak peduli padaku? Kenapa dia meninggalkanku lagi? Aku telah menyelesaikan 1 putaran Rollercoaster sejak 30 menit yang lalu, tapi ia tak kunjung menemuiku.

Aku lelah menunggunya seorang diri disini. Sementara dia mungkin sedang bersenang-senang sekarang.

Uhh.. I'll go home.

Now.


Author POV

Dengan diselimuti rasa kesal Yoon Mi keluar dari Lotte World, tempat dimana seharusnya ia bersenang-senang 'bersama' Myung Soo, namjachingu-nya.

Acara kencan pertama yang ia rencanakan dengan baik menjadi hancur begitu saja, karena Myung Soo mengacaukannya.

Ia tahu, Myung Soo bukanlah namja yang romantis, tapi ia tetap berharap namjachingu-nya itu akan sedikit lebih peduli padanya melalui kencan pertama yang ‘seharusnya’ telah mereka laksanakan. Tapi, kencan mereka bahkan tak bisa disebut ‘kencan’ sama sekali.

Yoon Mi menghadang bus pertama yang ia temui di halte. Ia benar-benar ingin pulang untuk segera mendinginkan hatinya.

-oOo-


Myung Soo POV

Tak terasa dua jam telah kulalui untuk mencari Yoon Mi, tapi aku tak berhasil menemukannya dimanapun di area Lotte World ini.

Apakah ia sudah pulang?

Mungkin lebih baik aku mengunjungi rumahnya untuk memastikan apakah ia ada di rumahnya. Untung saja aku tahu alamat rumahnya, karena aku pernah satu kali mengantarnya pulang sekolah.
Segera kulajukan motorku menuju rumah Yoon Mi. Aku tak ingin menyia-nyiakan waktu sedetikpun agar aku bisa menemuinya.


Author POV

Sesampainya di depan rumah Yoon Mi, Myung Soo mengetuk pintu rumah Yoon Mi dan berkali-kali memanggil namanya, berharap Yoon Mi ada di rumah dan mau membukakan pintu untuknya.

“Yoon Mi-ah, apa kau di rumah? Jika iya, keluarlah. Aku ingin berbicara denganmu.”

Hening. Tak ada jawaban.

“Ch-cha-chagiya…. Aku benar-benar minta maaf karena kelakuanku selama kencan tadi. Jinjja mianhaeyo…”, Myung Soo terus mengetuk pintu pintu rumah Yoon Mi sambil mengucapkan kata maaf padanya.

Tak berapa lama, pintu terbuka.

Yoon Mi muncul dari balik pintu dengan memasang ekspresi yang bercampur aduk, antara sedih, marah, dan menyesal.

“Maaf, bisakah kau meninggalkan rumahku? Aku tak ingin lagi melihat wajahmu. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi!”, hanya itu yang Yoon Mi katakan, lalu iapun kembali menutup pintu dan membiarkan Myung Soo sendirian ditemani rasa bersalahnya.

“Kenapa jadi seperti ini? Andai saja aku lebih peduli padanya. Andai saja aku bisa menjadi namja yang romantis untuknya, pasti hal seperti ini tak akan terjadi…”, Myung Soo merutuki dirinya sendiri di depan pintu rumah Yoon Mi, berharap pintu itu akan kembali terbuka dan Yoon Mi mau memaafkannya.


Yoon Mi POV

Nappeun nom!

Baboya!

Bagaimana bisa Oppa baru minta maaf sekarang? Aku sudah terlalu lama memendam egoku. Aku juga ingin merasakan cinta seperti gadis lainnya. Aku juga ingin bermesraan bersama Oppa, dan melakukan banyak hal romantis yang mendebarkan hati saat kencan.

Aku tau, aku memang berharap terlalu banyak padanya. Tapi aku tak bisa mengharapkan apapun selain itu darinya. Kenapa? Karena dia adalah kekasihku. Bukankah wajar jika aku mengharapkan itu darinya?

Tanpa kusadari airmataku mulai berjatuhan setetes demi setetes hingga membasahi kedua pipiku. Berapa kalipun aku mencoba menghapusnya, airmataku tak henti-hentinya menetes hingga akupun menyerah dan menyandarkan tubuhku pada pintu yang daritadi belum aku tinggalkan.

Maafkan aku Oppa, tapi aku tak sanggup lagi melanjutkan hubungan ini...


Author POV

Myung Soo dan Yoon Mi. Mereka berdua menangisi hubungan yang telah mereka jalin selama 1 tahun dan kini telah berakhir dengan ditemani sebuah pintu yang menghalangi punggung mereka.

Memang tidak ada yang tahu kepastian sebuah hubungan. Kapan akan dimulai, kapan akan berakhir. Yang kita tahu, ketika kesempatan untuk dapat menjalin suatu hubungan itu datang, kita harus siap dan menjalaninya sepenuh hati. Jika kita tidak sepenuh hati menjalaninya, kita akan sangat menyesal ketika hubungan itu terpaksa harus berakhir. Dan penyesalan itu tak akan pernah berhenti menghantuimu ketika kita memulai hubungan yang lain.



-THE END-