Minggu, 18 Mei 2014

Break Up Dinner



Author: kuroneko

Rating: PG 15


Genre: Romance, sad (maybe)


Length: Oneshoot, Ficlet


Main Cast: - Lee Sang Hee (OC)
-Huang Zi Tao (EXO)


Disclaimer:
Cast milik Tuhan, dan orangtua mereka masing-masing. All the story is mine. Author terinspirasi buat bikin FF ini setelah liat MV-nya San E – Break Up Dinner, jadi biar feel-nya dapet banget, kalian bacanya sambil dengerin lagu ini aja . Maaf kalo ceritanya pendek banget ‘/\’


Don’t Copy Without Permission, Don’t Bash, Happy Reading, and Please drop your Comment ^_^

*Beware! Typo Everywhere!!*

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-Sang Hee POV-

*drrrt drrttt...*

Kulihat HP-ku bergetar. Sepertinya seseorang meneleponku. Kulihat nama yang tertera di layar HP-ku............. ternyata orang itu. Kenapa dia masih meneleponku? Dengan ragu kutekan tombol answer.

“Sang Hee-ya, let’s go for dinner with me tonight..”
“Sorry, I can’t”
“Waeyo?”
“We’ve already ........... break up, right?”
“Please... heum? Just once. This is the last.”

“*sigh* Okay, I’ll go...”, kututup teleponku dan langsung bersiap-siap untuk malam ini.

-oOo-

-Tao POV-

“piip.”, dia langsung menutup teleponnya seperti itu. *sigh*. Jelas sekali kalau hanya aku yang terjebak pada cinta kita yang telah berakhir seminggu yang lalu.

#Flashback

-Author POV-

Di sebuah restoran ternama, terlihat sepasang kekasih yang tengah diambang hubungan mereka. Mereka telah saling diam dan menatap satu sama lain selama 10 menit, tanpa terucap sepatah kata pun. Tiba-tiba salah satu dari mereka mulai membuka pembicaraan.

“Oppa, let’s break up now! Aku tahu kau tak pernah benar-benar menyayangiku. Selama kita berpacaran, hanya aku yang terlihat menikmati hubungan kita. Sementara oppa, oppa hanya melakukan semuanya dengan tanpa senyum sedikitpun. Apakah oppa tak pernah nyaman denganku? Haruskah kita mengakhiri hubungan ini?”

“Tapi, Sang Hee-ya, bukan itu yang aku pikirkan. I really love you from the first time, until now. Aku selalu bahagia saat bersama denganmu, saking bahagianya aku tak dapat mengekspresikan betapa bahagianya aku. Tapi kenapa kau malah berpikir seperti itu?”

“Geumanhae, Oppa! Berhentilah berbohong padaku! Aku tak akan tertipu dan merubah keputusanku. Aku benar-benar ingin mengakhiri hubungan ini. Aku tak tahan lagi... hiks.. “, tiba-tiba yeoja  bernama Sang Hee tersebut berlari meninggalkan sang namja dengan wajah yang penuh air mata. Sedangkan namja itu hanya bisa menyesali perbuatannya selama ini pada yeoja yang telah meninggalkannya itu.

#Flashback End

-Tao POV-

Di restoran

Lagi-lagi kulirik jam tanganku yang tak pernah berhenti berputar. Sudah 15 menit berlalu, tapi dia belum datang juga. Apakah dia tidak akan datang? Firasat buruk terus saja merasuki pikiranku. Aku sangat selisah hingga tak bisa berhenti melirik jam tanganku.

Kuputuskan untuk menunggunya sedikit lebih lama lagi sebelum meninggalkan restoran ini.
Tiba-tiba...

“Oppa, apa kau sudah lama menungguku? Maaf aku terlambat, tadi ada sedikit masalah..”

“Ani, Gwaenchanayo..”, kulirik ia dari atas sampai kaki. Tak ada yang berubah, ia tetap cantik, selalu terlihat cantik. Sudah lama aku tak pernah melihatnya tersenyum seperti itu, manis sekali. Andai senyum itu hanya dapat ia berikan untukku seperti waktu itu... ah, lagi-lagi aku melamun. Aku harus tetap fokus.

“Duduklah, aku akan memesankan makanan kesukaanmu. Pela-“

“Tidak perlu oppa, aku tak akan lama. Jadi, apa yang ingin oppa katakan?”, tak akan lama katanya? Apakah ia akan bertemu kekasihnya?

“Igo, geunyang....... Aku hanya penasaran bagaimana keadaanmu saat ini.. tapi sepertinya kau terlihat bahagia. Lebih bahagia daripada saat bersamaku dulu.”, jujur, hariku sakit mengatakannya. Tapi, itulah kenyataannya.

“Oppa jangan khawatir, aku baik-baik saja.”, lagi-lagi ia tersenyum. Stop it Sang Hee-ah... kalau tidak.... kalau tidak aku benar-benar tak akan bisa melupakanmu.

“Jadi, bagaimana namjachingu-mu yang sekarang? Apakah dia tampan? Kaya? Apa dia memperlakukanmu dengan baik?”

-Sang Hee POV-

“.....apa dia memperlakukanmu dengan baik?”

*deg*
 
Kenapa dia menanyakan hal itu? Apakah aku harus menjawabnya?

“dia... tentu saja dia orang yang sangat baik. Ya, dia selalu memperlakukanku............. lebih baik darimu”, tiba-tiba airmataku menetes. Aku tak bisa membendungnya lagi. Aku tak boleh memperlihatkan ini padanya. Segera kuusap airmataku, “Oppa, aku harus pergi..”.

“Tunggu, kau aan pergi kemana? Chakkaman.. Sang Hee-ya.. Kajima!”. Tanpa menghiraukan panggilannya, langsung kulangkahkan kakiku keluar dari restoran itu. Aku tak ingin melihat wajahnya lagi.

-Tao POV-

How can it be like this?. Tak kukira kalau last dinner-nku dengan ex-yeojachingu-ku akan berakhir seperti ini. Aku terus menelepon Sang Hee daritadi, namun panggilanku selalu di-reject.

“Apakah aku harus berhenti? Apakah aku harus melupakannya? Apa aku harus sepenuhnya melepasnya dan merelakannya untuk orang lain?”, berbagai pertanyaan muncul di otakku. Aku tak tahu bagaimana jawaban yang harus kuberikan terhadap semua pertanyaan yang kubuat sendiri itu. 

I’m so confused.

Tapi, jika aku pikirkan lagi, mungkin memang sebaiknya aku melepasnya. Dia mungkin telah menemukan kebahagiaannya bersama namjachingunya saat ini.

Okay, Sang Hee-ya....

This is my answer.

‘Thank You for our past memories.
Now I can let you go out of my life now.
Good bye...’


Tidak ada komentar :

Posting Komentar