Minggu, 18 Mei 2014

[NC 21] Good Night Kiss



Author: kuroneko

Rating: NC 21

Genre: Romance

Length: Oneshoot

Main Cast: - Jeon Hyo Sung (SECRET)
-Kim Him Chan (B.A.P)

Other Cast:-Song Ji Eun

Disclaimer:
Cast milik Tuhan, dan orangtua mereka masing-masing. All the story is mine. Sebenernya, inspirasi buat bikin FF ini author dapet setelah liat MVnya Hyo Sung – Good Night Kiss, makanya mungkin ceritanya agak sama.. Oiya, biar kalian lebih dapet feel ketika baca, kalian juga coba sambil dengerin lagu itu deh... :)

Don’t Copy Without Permission, Don’t Bash, Happy Reading, and Please drop your Comment ^_^

 *Beware! Typo Everywhere!!*

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


-Author POV-

“Saudara Kim Him Chan, apakah anda bersedia menerima mempelai Song Ji Eun sebagai pendamping hidup anda, dalam keadaan apapun?”

Him Chan menatap yeoja cantik yang bersanding dengannya seraya mengulas senyum. “Ya, saya bersedia”

“Saudari Song Jieun, apakah anda bersedia menerima mempelai Kim Him Chan sebagai pendamping hidup anda, dalam keadaan apapun?”

“Saya bersedia”, yeoja yang kini telah sah menjadi istri Him Chan itupun membalas senyumannya.
Him Chan pun semakin mendekatkan wajahnya, dan..............

Chu~

Ciuman itu tak berlangsung lama, mengingat mereka harus menghemat tenaga mereka untuk ‘itu’. 

Mempelai wanita pun melemparkan karangan bunganya membelakangi para tamu, siapapun yang mendapatkan karangan bunga itu dipercaya akan menjadi pengantin berikutnya.

“Hana.... Dul.... Set!”

Karangan bunga itu jatuh di lantai, karena tak seorangpun dapat menangkapnya, namun muncullah seorang yeoja misterius bergaun ungu mengambil karangan bunga itu, dan tersenyum kepada pasangan pengantin dan semua tamu yang datang.

-oOo-

-Hyo Sung POV-

#Flashback

“Oppa, aku tak bisa seperti ini.... Aku harus pergi dari sini. Kalau tidak ak-“

*grep* Him Chan menahan tanganku dengan sekuat tenaga. “Kajima... Tolong, hanya 1 malam saja... dan aku tak akan memaksamu lagi. Please, just one night Hyo Sung-ah...”

Lagi-lagi ekspresi itu... Aku tak suka melihat wajah memohonnya seperti itu. Terlihat sangat..... menyesakkan sehingga aku tak punya pilihan lain selain menurutinya.

“*sigh* geurae.. this is the last for us. Let’s make an unforgettable farewell oppa”, kuulaskan senyumku, dan diapun segera menarik tanganku menuju kamar apartemennya

-Him Chan POV-

Di dalam Lift

Kupandangi wajah cantiknya sedari tadi, namun dia selalu mengacuhkanku. Dia telihat sedang memikirkan sesuatu. Ya, aku tahu ini sangat berat untuknya. Untuk kita. Tapi, aku terpaksa melakukan ini. 

Kudekatkan wajahku. Aku tak bisa menahannya lagi...

Ch-

Namun dia langsung memalingkan wajahnya. *sigh* sepertinya aku memang harus menahan hasratku untuk saat ini.

Di kamar apartemen Him Chan

“Hyo Sung-ah..”, dia menatapku. Kupandangi tubuh sexy-nya dari atas sampai kaki. Matanya, hidungnya, bibirnya, lehernya, dan............ Ah, apakah aku harus benar-benar melakukan ini?

Kulihat air matanya mulai menetes. Aku terlihat seperti nappeun namja. Aku tak mampu membuat yeojaku bahagia, malah harus meninggalkannya.

“Mianhae Hyo Sung-ah.......”, kutundukkan wajahku. Aku tak sanggup melakukan apapun.
3 menit berlalu dengan keheningan, tiba-tiba...

“Gwaenchanayo oppa... Mari kita melakukannya”, dia tersenyum, tapi senyuman itu lebih berarti sebuah smirk untukku. Aku rasa, dia sudah mulai mengumpulkan percaya dirinya. Akupun harus bisa mengendalikan suasana ini.

Dia mendekatkan wajahnya padaku, dan mencium bibirku. Awalnya ia melakukannya dengan lembut. Semakin lama, semakin dalam, semakin agresif pula ciumannya. Aku juga tak mau kalah. Kuhisap bibir sexy-nya, “euhh..”, dia mulai menikmatinya. Seakan mendapatkan izin, akupun memasukkan lidahku dan mengabsen gigi-giginya, menghisap lidahnya, mencumbunya tanpa henti.

“sshh oppa...”, desahannya seakan semakin mendorong hasratku. Kulumat bibirnya sambil kudorong pelan badannya hingga terbaring.

-Author POV-

Ciuman mereka semakin dalam, tanpa henti. Like there is no tomorrow. That’s right. This is their last night together.

Kenikmatan yang Hyo Sung rasakan mulai merasukinya, ia mengalungkan tangannya di leher Him Chan seakan ingin mempererat ciuman mereka, menghilangkan semua batas yang ada.

“mmpphh sshh eummhh”, desahan-desahan tak mampu lagi mereka tahan, dan memenuhi isi ruangan.

Setelah puas dengan bibir Hyo Sung, Him Chan mulai menurunkan ciumannya menuju leher putih jenjang Hyo Sung. Ia langsung menghisapnya kuat-kuat, layaknya vampire yang haus akan darah. 

“eunghh aahhhsss eunghh..”, Hyo Sung yang mengerang kenikmatan mulai menarik-naik rambut Him Chan dan mengacak-acaknya. Seperti mendapatkan sebuah dorongan, Him Chan pun semakin ganas menghisapi leher Hyo Sung, menorehkan banyak kissmark dan menurunkannya hingga sampai di belahan dada Hyo Sung yang sedikit ter-ekspos karena gaun sexy yang ia pakai.

“Hyo Sung-ah, bolehkah aku........ membukanya?”, Him Chan bertanya dengan sedikit ragu. Namun, tanpa jawaban, Hyo Sung langsung memimpin tangan Him Chan menuju resleting gaunnya, pertanda ia setuju. Tanpa ragu lagi, Him Chan langsung membuka seluruh pakaian Hyo Sung yang menghalangi tubuh indah Hyo Sung tanpa sisa sehelaipun dan membuangnya ke sembarang arah.

“You are so sexy, chagiya...”, Hyo Sung hanya tersipu malu karena dipuji oleh Him Chan.

Tanpa basa-basi lagi Him Chan langsung menyantap payudara Hyo Sung. Ia menghisap payudara kanan Hyo Sung dan memainkan nipple kirinya dengan jarinya. Ia memencet-mencet nipple Hyo Sung dan meremas-remas payudara Hyo Sung. Lidahnya pun tak diam begitu saja, ia menjilati nipple kanan Hyo Sung secara intens.

“eunghhh aaahh Him Chan-aahh eunhhh morehh ahh”, Hyo Sung yang merasakan kenikmatan di kedua buah dadanya mendesah tak karuan dan mulai menekan kepala Him Chan lebih dalam, pertanda ia menginkan kenikmatan yang lebih.

Him Chan yang mengerti akan sikap Hyo Sung mulai sedikit mempermainkannya. Ia langsung menghentikan aktivitasnya, dan hanya memutari kedua nipples Hyo Sung dengan telunjuknya. Hyo Sung yang tak tahan dipermainkan seperti itu langsung meremas junior Him Chan dari luar celananya. Junior Him Chan yang seakan diberi sengatan oleh Hyo Sung langsung bangkit dan membuat celana Him Chan sesak. Hyo Sung yang melihat hal itu langsung mengulas smirk.

“Oppa, bagaimana kalau kita ganti posisi saja, 69 akan sangat nikmat. Kita bisa saling memuaskan. Bagaimana? Oppa setuju?”, tawar Hyo Sung sambil membuka kancing baju Him Chan dan membuangnya. Ia juga meraba-raba junior Him Chan dibalik celananya.

“Bring it on, baby”

Mereka pun langsung berubah posisi dan saling memberi kenikmatan satu sama lain.
Hyo Sung membuka celana Him Chan hingga ia full naked seperti dirinya. Tanpa membuang-buang waktu, Hyo Sung meremas-remas junior Him Chan perlahan, dan menjilati ujungnya. Him Chan yang merasa kenikmatan tetap tak mau kalah, iapun memasukkan 2 jarinya sekaligus ke vagina Hyo Sung dan sontak membuatnya mengerang kesakitan, namun juga nikmat. “Aaahhss appo aaahh”. Iapun mengaduk-aduk vagina Hyo Sung dengan kedua jarinya.

Masing-masing dari mereka tak mau kalah. Hyo Sung terus menservice junior Him Chan. “eummpphh eumhhh sshh..”, Ia mengulum junior Him Chan dengan tempo yang lumayan cepat dan sesekali memberikan gigitan kecil di ujungnya yang membuat junior Him Chan semakin tegang dan.............

“aaahhh... I’m Cumming babyhhh!!~” *crott crott*
“Drink ithh nghh”, Hyo Sung langsung menelan cairan kental yang dikeluarkan junior Him Chan dan menjilatinya sampai bersih. “slurphh eunghh yummy..”. Tak berhenti sampai disitu, iapun menjepit junior Him Chan dengan kedua payudaranya dan mendorongnya keluar-masuk tanpa henti.

Di sisi lain, Him Chan yang telah orgasme terlebih dahulu tetap tak merasa lemas dan masih menservice vagina Hyo Sung. Ia malah menambahkan 1 jari lagi, hingga sekarang vagina Hyo Sung terasa seperti dikoyak. Sakit memang, tapi ia malah mengerang kenikmatan. “Ahhh eungghhh deeperhhh ahh”.

Him Chan mempercepat tempo jarinya dan memainkan klitoris Hyo Sung sambil sesekali memencetnya. “Aaakkhhh oppaaahhh I’m cumminghhh sshh aaahh~!!”, *crott crott* Dan tentu saja hal itu berhasil membuat Hyo Sung juga mengeluarkan cairannya. Tanpa menyia-nyiakannya, Him Chan langsung menghisapnya hingga habis, “eumm.. so delicious~”.

Setelah menghabiskan cairan Hyo Sung, Him Chan langsung mengubah posisi mereka seperti semula, dan mulai memasukkan juniornya kedalam vagina Hyo Sung dalam 1 hentakan, *jlebbb*. “Aaakkhhhh.. it hurtss ahhh”. Darah mulai mengalir dari vagina Hyo Sung. “I know it’s your first time. Just wait for a minute baby, it will be feels good soon, trust me..”.

Setelah beberapa menit, Him Chan mulai menggerakkan juniornya perlahan sambil menciumi bibir Hyo Sung untuk meredam rasa sakitnya. “mmpphhh.. sshh eummhh”. Him Chan perlahan-lahan semakin mempercepat tempo gerakannya hingga batas maksimal. “Oughh ahhh Oppaahh aahhh morehh fasteerrhh ahhh”, Hyo Sung yang semakin menikmati permainan Him Chan mulai meracau tak karuan.

Semakin cepat tempo gerakan junior Him Chan membuat mereka mulai sampai pada titik klimaks,”aakkkhhh I wanna cumhh aahh”
“Me too chagi ahhh sshh.. Can I do it inside?”
“Ahh don’t!! Aahhss don’t inside pleasehh ahhh”
“Okay. Here we gooo I’m cumminghhh aahh”
Him Chan mengeluarkan juniornya dari vagina Hyo Sung dan mengarahkannya ke wajah Hyosung, kemudian.....
*crottt crott crott*
“eunghh.. shh nhhh..”, Hyo Sung hanya bisa mengatur nafasnya karena kelelahan.

Tak mau menghabiskan waktu, mereka pun langsung beranjak dari kasur dan mulai membersihkan diri mereka.

“Oppa, aku mandi duluan ya.. Badanku lengket semua..”
“Baiklah.. Aku akan mandi setelahmu.”

-oOo-

Setelah mereka selesai mandi dan merapikan diri, tiba-tiba keadaan menjadi hening. Mereka bingung, karena suasana seperti ini baru pertama kali mereka alami. Namun tiba-tiba Hyo Sung membuka pembicaraan, “Oppa, gomawo.... geurigo, mianhae”. Ia menatap mata Him Chan lekat, seakan tak mau melepaskannya.

“Nado... Gomawo karena telah menjadi kekasih terbaikku selama ini, dan...... maaf karena aku tak bisa menjaga hubungan kita untuk lebih lama lagi.”, Him Chan yang tak sanggup melihat wajah Hyo Sung langsung menundukkan kepalanya.

-Hyo Sung POV-

“I know Oppa... Aku tahu kau tak benar-benar berniat meninggalkanku. Aku tahu kau hanya terpaksa menikahinya besok karena orang tuamu. Dan aku tahu, aku tak bisa melakukan apapun untuk itu... Aku tahu....... hiks..”, tanpa sadar airmataku menetes. Aku tak sanggup menahannya lagi. Aku tak bisa melepaskannya untuk orang lain.

Tiba-tiba Oppa memelukku. Akupun mengeratkan pelukannya dan menangis di dadanya. Oppa, asal kau tahu, kau akan selalu menjadi orang yang spesial di hatiku.

Aku tak mau terus bersedih seperti ini. Aku tak boleh membuat Oppa merasa tak nyaman di pernikahannya besok. Kuusap airmataku dan kulepas pelukannya. Aku mengambil sesuatu di tasku. Hadiah yang telah kupersiapkan untuk pernikahannya besok, sebuah kristal berbentuk bunga mawar. Aku sengaja tidak membungkusnya, karena aku akan memberikannya dengan cara lain.

“Oppa, here’s your wedding present from me..”, kudorong tubuhnya hingga ia terbaring di kasur. Aku masukkan kristal itu ke mulutku dan aku salurkan ke mulutnya. Setelah tersalurkan, kucium keningnya dan kutatap wajahnya untuk terakhir kalinya di malam ini dan kuberikan senyum terindahku. Akupun beranjak pergi dari apartemennya.

“Jaljayo, Oppa... Good night”

-oOo-

#Flashback End

-Hyo Sung POV-

Saat pesta setelah pernikahan mereka, kulihat Him Chan oppa seorang diri bersandar di sudut ruangan sambil memegang segelas wine.

Kuhampiri ia seakan kami tak pernah saling kenal sambil menawari untuk bersulang, lalu berjalan melewatinya.

Selang beberapa langkah, sedikit kutoleh ia mengeluarkan seusatu dari sakunya. Ternyata itu sesuatu yang kuberikan semalam.

Akupun melanjutkan langkahku, sambil tersenyum smirk. 

“I hope you won’t forget about me, altough you have someone else now.
Before you go to sleep, I’m sure you will always remember those
‘Good night kiss’...”


Tidak ada komentar :

Posting Komentar