Rabu, 25 Maret 2015

Flash Memory


Author: kuroneko

Rating: PG 15

Genre: Romance, School Life

Length: Oneshoot

Main Cast:
- Jung Soo Jung (Krystal) - f(X)
-
Kang Min Hyuk – CNBLUE

Other Cast:
- Park Sun Young (Luna) – f(x)

Disclaimer:
Cast milik Tuhan, dan orangtua mereka masing-masing. All the story is mine. FF ini terinspirasi dari Manga karya Nakamura Sayumi yang berjudul ‘Always by Your Side’, dan salah sau cerita di Manga itu berjudul ‘Flash Memory’. Entah kenapa author pengen banget bikin cerita ini jadi FF, makanya jadilah FF berjudul ‘Flash Memory’ ini dengan cast sepasang couple yan menurut author cocok banget klo mereka pacaran beneran. Hehe... x) Semoga kalian suka ceritanya 

Don’t Copy Without Permission, Don’t Bash, Happy Reading, and Please drop your Comment ^_^

*Beware! Typo Everywhere!!*



-Krystal POV-

Namaku Jung Soo Jung, atau biasa dipanggil Krystal. Aku bersekolah di Star High School, sekolah ternama di Seoul. Beberapa bulan lagi sekolahku akan mengadakan upacara kelulusan untuk angkatanku. Maka dari itu, aku akan menjadi petugas album kelulusan yang mewakili kelasku.

Akupun memasuki ruang rapat yang ada di pusat sekolah. Baru beberapa langkah dari pintu masuk, tiba-tiba aku melihat lampu blitz menyala.

*klik!*

Sudah kuduga, pasti dia juga ada disini.

Seseorang yang tak pernah melepaskan kameranya kemanapun dia pergi, Lee Min Hyuk. Dulu waktu kelas XI, kami pernah sekelas, dan............... aku...... aku diam-diam menyukainya dari saat itu, hingga sekarang.

Sejak naik kelas XII, walaupun kelas kami berbeda, tapi aku selalu berpikir untuk mencoba mendekatinya. Maka dari itu aku menjadi petugas album kelulusan juga. Karena kami akan segera lulus, setidaknya aku ingin menciptakan kenangan indah bersamanya, walau hanya satu kali.

"Eh, Krystal.. kau juga menjadi panitia album kelulusan ya?", salah seorang panitia dari kelas lain menyapaku. "Iya, mohon bantuannya..", akupun membalas sapaannya seraya membungkukkan badanku.

"Krystal... Soo Jung??", Oh my gosh, Min Hyuk menyebut namaku dan menghampiriku. Apa yang harus aku lakukan? Aku harus tetap bersikap wajar. Control your heart, Krystal.. Stay Calm..

"Krystal? Kau masih mengingatku, kan? Dulu waktu kelas XI kita sekelas. Aku Min Hyuk, Lee Min Hyuk. Kau ingat?"

*deg*

"Eh? Lee Min Hyuk? Aah... sepertinya aku ingat..", duh, apa yang telah kukatakan? Sama sekali tidak lucu. Segera ku palingkan wajahku agar dia tak melihat ekspresi anehku.

"Hmm.. Kamu sekarang sudah terlihat dewasa, ya.. Semakin cantik saja.."

*deg*

"Krystal, coba lihat ke sini deh. Aku ingin memotretmu.", Apa? Memotretku? duh... bagaimana ini? Apa aku harus meng-iya-kannya?.

"Ayo, senyum dong!", dia mengarahkan kameranya padaku, bersiap-siap untuk memotret.

"Jangan! Aku tidak suka dipotret!", tanpa sengaja aku mengatakan itu dan mengalihkan wajahku dari kameranya. Aishh... kenapa aku selalu seperti ini? Aku harus segera mengalihkan pembicaraan.

"Kau sama seperti dulu, kemanapun selalu membawa kamera. Cocok sekali jadi petugas album. Kau itu benar-benar penggila kamera ya?!", mengalihkan? sepertinya aku gagal. Aishh.. Pabo Krystal!

"Eh? Ternyata selama ini kau selalu memperhatikanku, ya?"

A-apa dia bilang? Memperhatikannya?

*deg*

"I... Itu kan semua orang juga tahu.... Terkenal kok, kamu gila kamera!", duh... Kenapa aku tidak bisa bersikap biasa saja? Dia pasti marah....

"Kau juga, cocok sekali menjadi petugas album kelulusan"

Hah? Mwoya? Apa yang baru saja dia katakan?

"Kamu pintar mengarang atau membuat cerita, kan? Waktu kelas XI kau juga sering mendapat penghargaan, kan?"

*deg*

Ternyata dia juga memperhatikanku... Oh, Tuhan... Aku tak menyangka Min Hyuk juga memperhatikanku..

"Min Hyuk!", tiba-tiba seorang yeoja memanggilnya. Diapun menghampirinya.

"Hei, kamu mau kuliah dimana?".

Kuliah? Oh iya, aku belum tahu dia akan kuliah dimana. Apa tak apa-apa jika aku sedikit menguping pembicaraan mereka?

"Tentu saja aku akan kuliah di Amerika, di sekolah khusus fotografi". Huh? Amerika? Apa dia serius?

"Kau benar-benar akan kuliah di Amerika? Kita jadi tidak bisa bertemu dong?", yeoja itu mencoba memastikan perkataan Min Hyuk. Min Hyuk, aku mohon katakan kalau kau tadi hanya bercanda.. 

Jebal...

"Ya, mau bagaimana lagi? Aku sangat ingin belajar disana dan menjadi Fotografer handal".

Game Over. 

Dia benar-benar serius. 

Karena aku rasa sudah cukup mendapatkan informasi, akupun beranjak dari tempatku menguping.

Amerika.. Itu kan sangat jauh. Kita jadi berpisah....

Jadi ini adalah kesempatan terakhir untukku. Aku harus mengungkapkan perasaanku padanya.

-oOo-


Keesokan harinya @Ruang Rapat

"Teman-teman... Kata songsaengnim kita sudah boleh pulang! Eh.. Apa yang kalian lakukan pada Min Hyuk?"

"Sst... jangan berisik, Krystal.. Dia sedang tertidur. Mumpung ada kesempatan, kita corat-coret saja tangannya. Kau mau coba?", Luna, panitia paling iseng memberikan spidol padaku. Apa yang sebaiknya aku tulis?

Tanpa sadar tanganku seakan bergerak sendiri diatas telapak tangan Min Hyuk. Entah apa yang aku tulis disana. Aku tak berani melihatnya. Belum selesai aku menulis, tiba-tiba..

*klik!*

Hah? Apa yang tadi aku tulis?

‘Saranghae’?

"Hore! Foto in pasti akan dimuat di album!", sial. Tanpa kusadari, tadi Luna memotretku saat sedang menulisi tangan Min Hyuk.

"Hoaahmm... Eh? Ada apa ini? Kenapa kalian cekikikan semua?", tiba-tiba Min Hyuk terbangun. 

Ketika ia hendak mengucek matanya, iapun tersadar tangannya penuh coretan. “Yaaa! Apa yang kalian lakukan pada tanganku?”

Min Hyuk segera pergi ke toilet untuk menghapus coretan-coretan di tangannya itu.

“Ugh, akhirnya tehapus semua...”, Min Hyuk baru saja kembali ke ruang rapat dengan masih memasang wajah sebalnya.

“Eh? Min Hyuk, ada apa dengan ibu jarimu? Kenapa kau menutupinya dengan plaster?”, seperti biasa, Luna selalu saja ingin tahu masalah orang lain.

“Oh, ini? Ketika mencuci tanganku tadi aku melihat tulisan yang indah, jadi aku sengaja menutupinya agar tidak terhapus.”

*deg*

Itu kan.... Lokasi aku menulis tadi. Jangan-jangan.......

Oh tidak! Min Hyuk tersenyum ke arahku! Apa dia tahu kalau aku yang menulisnya? Semoga saja tidak. Aku harus bisa bersikap wajar, agar dia tidak mengetahuinya. “Memangnya apa yang tertulis disitu?”

“Hmm... Menurutmu apa? Coba tebak..”, a-apa? Kenapa dia malah balik bertanya padaku?

“Pasti hanya tulisan yang aneh kan? Huh.”, aku segera berpaling, namun dia tiba-tiba menahanku. 

“Memang, hanya satu kata yang aneh”.

*deg*

Dia berbicara seperti itu karena tahu bahwa aku yang menulisnya? Atau, dia punya maksud tertentu?

Dia tidak berubah. Selalu saja susah ditebak.

15 menit kemudian pintu terbuka, dan Kim Seongsaengnim memasuki ruang rapat samil membawa beberapa pack kertas HVS. “Selamat siang semuanya. Kalian pasti perwakilan petugas album kelulusan dari seluruh kelas XII kan?”

“Ne.”

“Baiklah, tanpa basa-basi lagi, saya akan membagikan kertas-kertas ini. Setiap kelas mendapat 1 pack. Setiap siswa harus menulis sebuah karangan tentang ‘Masa Depanku’, dan kalian sebagai perwakilan kelas akan menyusun dan mendesain tampilan karangan mereka. Kalian mengerti?”

“Ne, seongsaengnim.”

“Oke, kalau begitu saya akan mempercayakan semuanya kepada kalian. Selamat siang.”

5 menit setelah Kim Seongsaengnim meninggalkan ruang rapat, semua siswa menjadi gaduh membicarakan karangan apa yang akan mereka tulis.

Luna terlihat sangat antusias, ia menanyai cita-cita semua siswa di ruang rapat satu per satu. “Min Hyuk, cita-citamu apa?”

“Aku? Tentu sja menjadi seorang Fotografer handal!”

Ah, ternyata dia memang ingin menjadi Fotografer.

“Sudah kuduga. Kalau kau, Krystal? Apa cita-citamu?”, Luna mengambil kertas karanganku dan membacanya dengan lantang. “Hah? Apa ini? ‘Aku ingin menikah dengan orang yang memiliki cita-cita’? Krystal, kau menulis hal yang unik. Hahaha”

“Hei, kembalikan karanganku!”, huh.... dia memang menyebalkan.

Min Hyuk menghampiriku dengan senyum hangatnya. “Kenapa kau kesal begitu? Ini kan cita-cita yang bagus.”

“Bagus apanya? Ini ‘kan bukan cita-cita yang serius.. hmph.”, dia pasti akan segera menertawaiku seperti yang lainnya.

“Oh.. Kalau begitu, menurutmu ‘cita-cita yang serius’ itu seperti apa?”, eh? Dia benar-benar menanggapi karanganku dengan serius.

Jujur saja, aku juga tidak tahu mengenai hal itu. “Hmm... Bagaimana ya?”

“Kalau Fotografer?”

“Eh?”, Min Hyuk... Dia...?

“Aku sangat bersungguh-sungguh ingin menjadi Fotografer. Apa menurutmu... Fotografer termasuk cita-cita yang serius?”

Dia.....

Surat cinta yang kutulis di tangannya... Ternyata dia tahu bahwa itu aku..

“Krystal, diantara kita semua, hanya Min Hyuk yang memiliki cita-cita. Jadi, kamu ingin menikah dengan Min Hyuk? Hahaha”, lagi-lagi Luna menertawaiku, dan sekarang anak-anak yang lain juga iku menertawakan cita-citaku. 

Dasar menyebalkan!

“Enak saja! Kenapa aku harus menikahi dia? Walaupun Min Hyuk sangat menyukai kamera, belum tentu dia bisa jadi Fotografer ‘kan! Kalau hanya berbicara memang mudah.”

Huh? Apa yang telah ku katakan? Tanpa sadar, semuanya terucap begitu saja. Min Hyuk menatapku dengan ekspresi penuh rasa kesal dan meninggalkan ruang rapat.

Baboya! Aku benar-benar bodoh.

Surat cinta yang kutulis di tangannya...

Mimpi yang kutulis di tugas karangan untuk kelulusan...

Kesempatan untuk menyatakan perasaanku pada Min Hyuk...

Semua hancur berantakan.

-oOo-


1 Minggu kemudian @Ruang Rapat

“Pekerjaan dari para petugas album kelulusan untuk mengambil kumpulan foto-foto, hari ini selesai. 

Terimakasih atas kerja keras kalian. Selamat siang.”, Kim Seonsaengnim mengakhiri rapat terakhir kami siang ini.

Itu artinya, hari ini juga merupakan kesempatan terakhirku untuk meminta maaf pada Min Hyuk atas insiden Minggu lalu.

“Teman-teman, sebagai kenang-kenangan terakhir, bagaimana kalau kita foto bersama? Kalian setuju ‘kan?”. Lagi-lagi Luna. Dia selalu memiliki ide-ide yang aneh, tapi... tidak buruk juga.

Ah, aku harus memanfaatkan kesempatan ini.

Segera kuhampiri Min Hyuk yang sedang menyiapkan kameranya. “Nng.... Min Hyuk-ah...”

“Min Hyuk, nanti aku boleh tidak foto di sampingmu?”, sepertinya suaraku tidak terdengar. Siswa lain tiba-tiba muncul dan menyelaku.

“Tentu saja boleh.”

Tidak!

Tidak boleh!

Harus aku yang di sebelah Min Hyuk...

“K-Krystal?”, gawat! Tanpa sadar aku menghampiri Min Hyuk dan memeluknya dari belakang! Ah, bagaimana ini?

“Min Hyuk-ah, s-sa-sa... sa... saranghae!”, aku tak berani menatap wajahnya. Aku takut.

“Selama ini aku selalu menyukaimu. Mian... Mianhaeyo..... aku....”, aku semakin menundukkan wajahku.

“Gwaenchana, Soo Jung-ah.. Ini....”, Min Hyuk membuka plaster yang menutupi ibu jarinya. “Ini kau yang menulisnya ‘kan?”, ternyata dia memang tahu kalau itu aku. Air mataku tiba-tiba menetes, aku tak tahu harus bagaimana. Min Hyuk membalas pelukanku. 

Dia memelukku sangat erat.

“Kau selalu menghindar.. Tak pernah terus terang pada perasaanmu sendiri. Aku jadi tak bisa memahamimu. Aku pikir hanya aku yang selama ini menyukaimu... Aku kira cintaku ini akan bertepuk sebelah tangan... Tapi syukurlah, ternyata hal itu tidak terjadi. Nado Saranghae, Soo Jung-ah..”

“Hey! Kalian jangan asyik di dunia kalian sendiri seperti itu! Kita juga masih ada disini. Oh ya, ayo kia segera foto bersama!”

“Ne.. Arasseo, Luna-ssi.. hehe..”

Aku dan Min Hyuk segera mencari spot yang tepat untuk foto bersama. Timer-pun mulai menyala.

3...

“Soo Jung-ah...”

“Eum?”

2...

“Saranghae”

1...

*chu~*

*klik!*

“Waah!~ Chukkaeyo... Selamat untuk kalian berdua... hahaha.. Gara-gara kalian foto kita jadi hancur. Bagaimana ini, tuan calon Fotografer?”

“Hehe, Mian... Sebagai permintaan maafku, aku akan traktir kalian semua di Cafe setelah ini! Setuju?”

“Yehet! Kajja~!!”, mereka semua senang sekali menggoda kami. Yah, tapi tak apalah. Yang penting saat ini, aku dan Min Hyuk telah menjadi sepasang kekasih, hehe.

Disinari lampu blitz itu, cinta kita mulai tumbuh.

This is our...

Beautiful ‘Flash Memory’.


‘Cita-citaku di masa depan’
Oleh Jung Soo Jung, kelas XII A
Cita-citaku adalah menjadi istri...

Seorang Fotografer.


-END-

Tidak ada komentar :

Posting Komentar