Author: kuroneko
Rating: PG 15
Genre: Romance, School Life
Length: Oneshoot
Main
Cast:
- Jung Soo Jung (Krystal) - f(X)
- Kang Min Hyuk – CNBLUE
- Jung Soo Jung (Krystal) - f(X)
- Kang Min Hyuk – CNBLUE
Other Cast:
- Park Sun Young (Luna) – f(x)
- Park Sun Young (Luna) – f(x)
Disclaimer:
Cast milik Tuhan, dan orangtua mereka masing-masing.
All the story is mine. FF ini terinspirasi dari Manga karya Nakamura
Sayumi yang berjudul ‘Always by Your Side’, dan salah sau cerita di Manga itu
berjudul ‘Flash Memory’. Entah kenapa author pengen banget bikin cerita ini
jadi FF, makanya jadilah FF berjudul ‘Flash Memory’ ini dengan cast sepasang
couple yan menurut author cocok banget klo mereka pacaran beneran. Hehe... x)
Semoga kalian suka ceritanya
Don’t Copy Without Permission, Don’t Bash, Happy Reading, and Please
drop your Comment ^_^
*Beware! Typo Everywhere!!*
*Beware! Typo Everywhere!!*
-Krystal POV-
Namaku Jung Soo
Jung, atau biasa dipanggil Krystal. Aku bersekolah di Star High School, sekolah
ternama di Seoul. Beberapa bulan lagi sekolahku akan mengadakan upacara
kelulusan untuk angkatanku. Maka dari itu, aku akan menjadi petugas album
kelulusan yang mewakili kelasku.
Akupun memasuki
ruang rapat yang ada di pusat sekolah. Baru beberapa langkah dari pintu masuk,
tiba-tiba aku melihat lampu blitz menyala.
*klik!*
Sudah kuduga, pasti
dia juga ada disini.
Seseorang yang tak
pernah melepaskan kameranya kemanapun dia pergi, Lee Min Hyuk. Dulu waktu kelas
XI, kami pernah sekelas, dan............... aku...... aku diam-diam menyukainya
dari saat itu, hingga sekarang.
Sejak naik kelas
XII, walaupun kelas kami berbeda, tapi aku selalu berpikir untuk mencoba
mendekatinya. Maka dari itu aku menjadi petugas album kelulusan juga. Karena
kami akan segera lulus, setidaknya aku ingin menciptakan kenangan indah
bersamanya, walau hanya satu kali.
"Eh, Krystal..
kau juga menjadi panitia album kelulusan ya?", salah seorang panitia dari
kelas lain menyapaku. "Iya, mohon bantuannya..", akupun membalas
sapaannya seraya membungkukkan badanku.
"Krystal...
Soo Jung??", Oh my gosh, Min Hyuk menyebut namaku dan menghampiriku. Apa
yang harus aku lakukan? Aku harus tetap bersikap wajar. Control your heart,
Krystal.. Stay Calm..
"Krystal? Kau
masih mengingatku, kan? Dulu waktu kelas XI kita sekelas. Aku Min Hyuk, Lee Min
Hyuk. Kau ingat?"
*deg*
"Eh? Lee Min
Hyuk? Aah... sepertinya aku ingat..", duh, apa yang telah kukatakan? Sama
sekali tidak lucu. Segera ku palingkan wajahku agar dia tak melihat ekspresi anehku.
"Hmm.. Kamu
sekarang sudah terlihat dewasa, ya.. Semakin cantik saja.."
*deg*
"Krystal, coba
lihat ke sini deh. Aku ingin memotretmu.", Apa? Memotretku? duh...
bagaimana ini? Apa aku harus meng-iya-kannya?.
"Ayo, senyum
dong!", dia mengarahkan kameranya padaku, bersiap-siap untuk memotret.
"Jangan! Aku
tidak suka dipotret!", tanpa sengaja aku mengatakan itu dan mengalihkan
wajahku dari kameranya. Aishh... kenapa aku selalu seperti ini? Aku harus
segera mengalihkan pembicaraan.
"Kau sama
seperti dulu, kemanapun selalu membawa kamera. Cocok sekali jadi petugas album.
Kau itu benar-benar penggila kamera ya?!", mengalihkan? sepertinya aku
gagal. Aishh.. Pabo Krystal!
"Eh? Ternyata
selama ini kau selalu memperhatikanku, ya?"
A-apa dia bilang?
Memperhatikannya?
*deg*
"I... Itu kan
semua orang juga tahu.... Terkenal kok, kamu gila kamera!", duh... Kenapa
aku tidak bisa bersikap biasa saja? Dia pasti marah....
"Kau juga,
cocok sekali menjadi petugas album kelulusan"
Hah? Mwoya? Apa yang baru saja dia katakan?
"Kamu pintar
mengarang atau membuat cerita, kan? Waktu kelas XI kau juga sering mendapat
penghargaan, kan?"
*deg*
Ternyata dia juga
memperhatikanku... Oh, Tuhan... Aku tak menyangka Min Hyuk juga
memperhatikanku..
"Min
Hyuk!", tiba-tiba seorang yeoja memanggilnya. Diapun menghampirinya.
"Hei, kamu mau
kuliah dimana?".
Kuliah? Oh iya, aku
belum tahu dia akan kuliah dimana. Apa tak apa-apa jika aku sedikit menguping
pembicaraan mereka?
"Tentu saja
aku akan kuliah di Amerika, di sekolah khusus fotografi". Huh? Amerika?
Apa dia serius?
"Kau
benar-benar akan kuliah di Amerika? Kita jadi tidak bisa bertemu dong?",
yeoja itu mencoba memastikan perkataan Min Hyuk. Min Hyuk, aku mohon katakan
kalau kau tadi hanya bercanda..
Jebal...
"Ya, mau
bagaimana lagi? Aku sangat ingin belajar disana dan menjadi Fotografer
handal".
Game Over.
Dia
benar-benar serius.
Karena aku rasa sudah cukup mendapatkan informasi, akupun
beranjak dari tempatku menguping.
Amerika.. Itu kan
sangat jauh. Kita jadi berpisah....
Jadi ini adalah
kesempatan terakhir untukku. Aku harus mengungkapkan perasaanku padanya.
-oOo-
Keesokan harinya @Ruang Rapat
"Teman-teman...
Kata songsaengnim kita sudah boleh pulang! Eh.. Apa yang kalian lakukan pada
Min Hyuk?"
"Sst... jangan
berisik, Krystal.. Dia sedang tertidur. Mumpung ada kesempatan, kita
corat-coret saja tangannya. Kau mau coba?", Luna, panitia paling iseng
memberikan spidol padaku. Apa yang sebaiknya aku tulis?
Tanpa sadar
tanganku seakan bergerak sendiri diatas telapak tangan Min Hyuk. Entah apa yang
aku tulis disana. Aku tak berani melihatnya. Belum selesai aku menulis,
tiba-tiba..
*klik!*
Hah? Apa yang tadi
aku tulis?
‘Saranghae’?
"Hore! Foto in
pasti akan dimuat di album!", sial. Tanpa kusadari, tadi Luna memotretku
saat sedang menulisi tangan Min Hyuk.
"Hoaahmm...
Eh? Ada apa ini? Kenapa kalian cekikikan semua?", tiba-tiba Min Hyuk terbangun.
Ketika ia hendak mengucek matanya, iapun tersadar
tangannya penuh coretan. “Yaaa! Apa yang kalian lakukan pada tanganku?”
Min Hyuk segera
pergi ke toilet untuk menghapus coretan-coretan di tangannya itu.
“Ugh, akhirnya
tehapus semua...”, Min Hyuk baru saja kembali ke ruang rapat dengan masih
memasang wajah sebalnya.
“Eh? Min Hyuk, ada
apa dengan ibu jarimu? Kenapa kau menutupinya dengan plaster?”, seperti biasa,
Luna selalu saja ingin tahu masalah orang lain.
“Oh, ini? Ketika
mencuci tanganku tadi aku melihat tulisan yang indah, jadi aku sengaja
menutupinya agar tidak terhapus.”
*deg*
Itu kan.... Lokasi
aku menulis tadi. Jangan-jangan.......
Oh tidak! Min Hyuk
tersenyum ke arahku! Apa dia tahu kalau aku yang menulisnya? Semoga saja tidak.
Aku harus bisa bersikap wajar, agar dia tidak mengetahuinya. “Memangnya apa
yang tertulis disitu?”
“Hmm... Menurutmu
apa? Coba tebak..”, a-apa? Kenapa dia malah balik bertanya padaku?
“Pasti hanya tulisan
yang aneh kan? Huh.”, aku segera berpaling, namun dia tiba-tiba menahanku.
“Memang, hanya satu kata yang aneh”.
*deg*
Dia berbicara
seperti itu karena tahu bahwa aku yang menulisnya? Atau, dia punya maksud
tertentu?
Dia tidak berubah.
Selalu saja susah ditebak.
15 menit kemudian
pintu terbuka, dan Kim Seongsaengnim memasuki ruang rapat samil membawa
beberapa pack kertas HVS. “Selamat siang semuanya. Kalian pasti perwakilan
petugas album kelulusan dari seluruh kelas XII kan?”
“Ne.”
“Baiklah, tanpa
basa-basi lagi, saya akan membagikan kertas-kertas ini. Setiap kelas mendapat 1
pack. Setiap siswa harus menulis sebuah karangan tentang ‘Masa Depanku’, dan
kalian sebagai perwakilan kelas akan menyusun dan mendesain tampilan karangan
mereka. Kalian mengerti?”
“Ne, seongsaengnim.”
“Oke, kalau begitu
saya akan mempercayakan semuanya kepada kalian. Selamat siang.”
5 menit setelah Kim
Seongsaengnim meninggalkan ruang rapat, semua siswa menjadi gaduh membicarakan
karangan apa yang akan mereka tulis.
Luna terlihat sangat
antusias, ia menanyai cita-cita semua siswa di ruang rapat satu per satu. “Min
Hyuk, cita-citamu apa?”
“Aku? Tentu sja
menjadi seorang Fotografer handal!”
Ah, ternyata dia
memang ingin menjadi Fotografer.
“Sudah kuduga. Kalau
kau, Krystal? Apa cita-citamu?”, Luna mengambil kertas karanganku dan
membacanya dengan lantang. “Hah? Apa ini? ‘Aku ingin menikah dengan orang yang
memiliki cita-cita’? Krystal, kau menulis hal yang unik. Hahaha”
“Hei, kembalikan
karanganku!”, huh.... dia memang menyebalkan.
Min Hyuk
menghampiriku dengan senyum hangatnya. “Kenapa kau kesal begitu? Ini kan
cita-cita yang bagus.”
“Bagus apanya? Ini
‘kan bukan cita-cita yang serius.. hmph.”, dia pasti akan segera menertawaiku
seperti yang lainnya.
“Oh.. Kalau begitu,
menurutmu ‘cita-cita yang serius’ itu seperti apa?”, eh? Dia benar-benar
menanggapi karanganku dengan serius.
Jujur saja, aku juga
tidak tahu mengenai hal itu. “Hmm... Bagaimana ya?”
“Kalau Fotografer?”
“Eh?”, Min Hyuk...
Dia...?
“Aku sangat
bersungguh-sungguh ingin menjadi Fotografer. Apa menurutmu... Fotografer
termasuk cita-cita yang serius?”
Dia.....
Surat cinta yang
kutulis di tangannya... Ternyata dia tahu bahwa itu aku..
“Krystal, diantara
kita semua, hanya Min Hyuk yang memiliki cita-cita. Jadi, kamu ingin menikah
dengan Min Hyuk? Hahaha”, lagi-lagi Luna menertawaiku, dan sekarang anak-anak
yang lain juga iku menertawakan cita-citaku.
Dasar menyebalkan!
“Enak saja! Kenapa
aku harus menikahi dia? Walaupun Min Hyuk sangat menyukai kamera, belum tentu
dia bisa jadi Fotografer ‘kan! Kalau hanya berbicara memang mudah.”
Huh? Apa yang telah
ku katakan? Tanpa sadar, semuanya terucap begitu saja. Min Hyuk menatapku
dengan ekspresi penuh rasa kesal dan meninggalkan ruang rapat.
Baboya! Aku
benar-benar bodoh.
Surat cinta yang
kutulis di tangannya...
Mimpi yang kutulis di tugas karangan untuk kelulusan...
Kesempatan untuk menyatakan perasaanku pada Min Hyuk...
Semua hancur
berantakan.
-oOo-
1 Minggu kemudian @Ruang Rapat
“Pekerjaan dari para
petugas album kelulusan untuk mengambil kumpulan foto-foto, hari ini selesai.
Terimakasih atas kerja keras kalian. Selamat siang.”, Kim Seonsaengnim
mengakhiri rapat terakhir kami siang ini.
Itu artinya, hari
ini juga merupakan kesempatan terakhirku untuk meminta maaf pada Min Hyuk atas
insiden Minggu lalu.
“Teman-teman,
sebagai kenang-kenangan terakhir, bagaimana kalau kita foto bersama? Kalian
setuju ‘kan?”. Lagi-lagi Luna. Dia selalu memiliki ide-ide yang aneh, tapi...
tidak buruk juga.
Ah, aku harus
memanfaatkan kesempatan ini.
Segera kuhampiri Min
Hyuk yang sedang menyiapkan kameranya. “Nng.... Min Hyuk-ah...”
“Min Hyuk, nanti aku
boleh tidak foto di sampingmu?”, sepertinya suaraku tidak terdengar. Siswa lain
tiba-tiba muncul dan menyelaku.
“Tentu saja boleh.”
Tidak!
Tidak boleh!
Harus aku yang di
sebelah Min Hyuk...
“K-Krystal?”, gawat!
Tanpa sadar aku menghampiri Min Hyuk dan memeluknya dari belakang! Ah,
bagaimana ini?
“Min Hyuk-ah,
s-sa-sa... sa... saranghae!”, aku tak berani menatap wajahnya. Aku takut.
“Selama ini aku
selalu menyukaimu. Mian... Mianhaeyo..... aku....”, aku semakin menundukkan
wajahku.
“Gwaenchana, Soo
Jung-ah.. Ini....”, Min Hyuk membuka plaster yang menutupi ibu jarinya. “Ini
kau yang menulisnya ‘kan?”, ternyata dia memang tahu kalau itu aku. Air mataku
tiba-tiba menetes, aku tak tahu harus bagaimana. Min Hyuk membalas pelukanku.
Dia memelukku sangat erat.
“Kau selalu
menghindar.. Tak pernah terus terang pada perasaanmu sendiri. Aku jadi tak bisa
memahamimu. Aku pikir hanya aku yang selama ini menyukaimu... Aku kira cintaku
ini akan bertepuk sebelah tangan... Tapi syukurlah, ternyata hal itu tidak
terjadi. Nado Saranghae, Soo Jung-ah..”
“Hey! Kalian jangan
asyik di dunia kalian sendiri seperti itu! Kita juga masih ada disini. Oh ya,
ayo kia segera foto bersama!”
“Ne.. Arasseo,
Luna-ssi.. hehe..”
Aku dan Min Hyuk
segera mencari spot yang tepat untuk foto bersama. Timer-pun mulai menyala.
3...
“Soo Jung-ah...”
“Eum?”
2...
“Saranghae”
1...
*chu~*
*klik!*
“Waah!~ Chukkaeyo...
Selamat untuk kalian berdua... hahaha.. Gara-gara kalian foto kita jadi hancur. Bagaimana ini, tuan calon Fotografer?”
“Hehe, Mian...
Sebagai permintaan maafku, aku akan traktir kalian semua di Cafe setelah ini! Setuju?”
“Yehet! Kajja~!!”,
mereka semua senang sekali menggoda kami. Yah, tapi tak apalah. Yang penting
saat ini, aku dan Min Hyuk telah menjadi sepasang kekasih, hehe.
Disinari lampu blitz
itu, cinta kita mulai tumbuh.
This is our...
Beautiful ‘Flash
Memory’.
‘Cita-citaku di masa depan’
Oleh Jung Soo Jung, kelas
XII A
Cita-citaku adalah menjadi
istri...
Seorang Fotografer.
-END-

Tidak ada komentar :
Posting Komentar